Soal Suaranya Terdengar Keras Saat Temui Guru, Wabup Kampar: Memang Begitu Kita Orang Sumatera
![]() |
| Tanglapan layar TikTok @Misharti70 |
Kampar (Teras Kampar) — Wakil Bupati Kampar Misharti memberikan penjelasan mengenai video kunjungannya ke lokal jauh SD Negeri 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung, yang menjadi perhatian publik.
Dalam video tersebut, suara Misharti saat berbicara dengan guru terdengar cukup tinggi. Kondisi itu kemudian dikaitkan dengan anggapan bahwa dirinya sedang memarahi guru.
Misharti membantah anggapan tersebut. Ia mengatakan, suara yang terdengar keras bukan berarti dirinya sedang marah atau melakukan intimidasi.
"Mungkin karena suara saya agak keras saja. Memang begitu kita orang Sumatera, jadi seperti marah padahal tidak. Sebenarnya tidak ada masalah, apalagi terkait dengan pendidikannya," kata Misharti kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).
Menurut Misharti, dirinya saat itu hanya menyayangkan kondisi lokal jauh tersebut tidak lebih dahulu dikomunikasikan kepada Dinas Pendidikan maupun kepala sekolah induk.
Ia juga membantah mengetahui maupun menyuruh guru memberikan klarifikasi setelah kunjungannya. Misharti mengatakan, saat guru tersebut memberikan keterangan, dirinya sudah meninggalkan lokasi.
"Dia kagum dan senang akan kehadiran saya, maka dia memberikan keterangan seakan-akan mengklarifikasi. Yang itu saya tidak tahu, apalagi menyuruhnya. Saya sudah pulang, tidak ada lagi di lokasi tersebut," ujarnya.
Misharti juga menegaskan dirinya tidak mungkin melakukan intimidasi terhadap guru tersebut.
"Saya juga guru dan Ketua PGRI Kampar. Tak mungkin saya melakukan intimidasi itu," katanya.
Ia mengatakan, kunjungannya ke lokasi dilakukan untuk melihat langsung kondisi lokal jauh, termasuk jarak dengan sekolah induk, kondisi guru dan siswa, serta status lahan.
Menurut Misharti, kunjungan tersebut dilakukan atas arahan Bupati Kampar Ahmad Yuzar sebagai bagian dari upaya pemerintah mengambil kebijakan terkait keberadaan lokal jauh tersebut.
"Kalau dilihat videonya sampai akhir, maka nampaklah bagaimana penuh kekeluargaan dan candaan serta keakraban selama saya di sana," ujar Misharti.
Ia menambahkan, Pemkab Kampar kini tengah menyiapkan regulasi agar lokal jauh tersebut memiliki dasar hukum dan dapat dibangun melalui APBD Perubahan.
