Meriahnya Pembukaan Subayang Festival ke X di Kampar
Teraskampar.id - Perhelatan pariwisata dan kebudayaan tahunan yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Riau akhirnya resmi dimulai. Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti. S.Ag. M.Si secara resmi membuka agenda Subayang Festival ke X tahun 2026 yang diselenggarakan di Kawasan Wisata Subayang, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, pada Sabtu (29/8). Acara ini berlangsung sangat meriah dengan menghadirkan pesona keindahan alam serta kekayaan Budaya lokal yang membanggakan.
Acara pembukaan festival budaya ini dihadiri oleh berbagai pejabat dari tingkat pusat hingga daerah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) Mona, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Riau Tekad Parbatas Setia Dewa, S.T. MT. Selain itu, jajaran perwakilan Kepala Dinas Kabupaten Kampar, unsur Forkopimcam, Camat Kampar Kiri Hulu Bustamar. S.Pd, serta Penjabat Kepala Desa Gema Roni Pasla. S.Pd. SD dan seluruh lapisan masyarakat antusias mengikuti rangkaian kegiatan Subayang Festival.
Sinergi Budaya dan Penggerak Ekonomi Masyarakat
Dalam pidato sambutannya, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti. S.Ag. M.Si menegaskan bahwa penyelenggaraan Subayang Festival bukan sekadar pesta rakyat biasa. Lebih dari itu, festival ini dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah, memperkenalkan potensi wisata alam yang menakjubkan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Kampar terus berkomitmen untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Subayang Festival ke X ini menjadi bukti nyata bagaimana kekayaan tradisi lokal dapat dipadukan secara harmonis dengan penggerak sektor pariwisata daerah.
Rangkaian Kegiatan dan Tradisi Mancokau Lubuk Larangan
Penyelenggaraan Subayang Festival tahun 2026 menyajikan beragam agenda kegiatan yang sangat memikat para pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Beberapa sajian utama dalam festival ini meliputi:
- Pertunjukan seni budaya khas Kampar Kiri Hulu
- Pameran produk UMKM kreatif masyarakat lokal
- Ekspedisi menjelajah wisata alam Subayang
- Tradisi adat unik mancokau lubuk larangan
Keberadaan tradisi mancokau lubuk larangan menjadi salah satu daya tarik utama yang paling dinanti. Tradisi kearifan lokal dalam menangkap ikan di area sungai yang dilindungi ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan kelestarian alam bagi generasi mendatang.
Pesan Wabup Kampar untuk Generasi Muda
Dr. Misharti juga memberikan pesan khusus mengenai pentingnya menjaga warisan leluhur. Beliau mengimbau agar upaya pelestarian budaya senantiasa dijadikan identitas utama daerah serta motor penggerak ekonomi. Selain itu, beliau menekankan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat krusial sebagai pewaris tradisi di masa yang akan datang.
"Dengan dibukanya acara ini, saya berharap festival ini terus berlanjut dan semakin dikenal lebih luas, sehingga Kampar Kiri Hulu menjadi destinasi unggulan yang memadukan pesona alam serta kekayaan budaya," tutur Dr. Misharti menyampaikan harapannya di hadapan para hadirin.
Di penghujung acara pembukaan, Wakil Bupati Kampar secara simbolis menyerahkan penghargaan dan sertifikat apresiasi kepada para pemenang Duta Subayang Festival tahun 2026. Penyerahan penghargaan ini menjadi bentuk motivasi bagi kaum muda untuk terus berkarya dan mempromosikan daerahnya. "Mari kita jadikan momentum ini sebagai kebanggaan Kabupaten Kampar serta persembahan untuk Indonesia," tutupnya penuh semangat.
Sumber: Media Center Kabupaten Kampar
Ikuti terus berita terbaru di Teraskampar.id