Gandeng Pengusaha Lokal, Eko Sutrisno Perbaiki Jalan Tanah di Tiga Kecamatan Kampar Kiri
![]() |
| Eko Sutrisno, Anggota DPRD Kampar |
Kampar Kiri, (Teras Kampar) – Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno, kembali melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan di wilayah Kampar Kiri. Kali ini, perbaikan dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kampar Kiri, Gunung Sahilan, dan Kampar Kiri Tengah.
Politisi Partai NasDem itu menggandeng pengusaha setempat untuk membantu melakukan perbaikan ruas jalan tanah serta pembersihan bahu jalan yang menjadi akses masyarakat.
Sejumlah ruas yang telah menjadi sasaran perbaikan di antaranya jalan Desa Simalinyang menuju Pongkai, jalan di Desa Bukit Sakai, serta ruas jalan Desa Lubuk Sakai menuju Desa Penghidupan.
Eko mengatakan, saat ini pekerjaan masih berlanjut di wilayah Kecamatan Gunung Sahilan dengan fokus pada perbaikan jalan tanah dan pembersihan bahu jalan.
"Kalau on progress, segmennya khusus perbaikan jalan-jalan tanah di Kecamatan Gunung Sahilan. Saat ini sedang konsentrasi di Desa Sungai Lipai, Jalan Dusun Talang Tansi. Kemudian hari ini jalan penghubung antara Sungai Lipai ke Kebun Durian," ujar Eko melalui pesan suara WhatsApp kepada Teras Kampar, Jumat (28/8/2026).
Menurut dia, pembersihan bahu jalan selanjutnya direncanakan dilakukan pada ruas Kebun Durian menuju Gunung Sahilan.
Setelah pekerjaan di wilayah Gunung Sahilan selesai, perbaikan akan dilanjutkan ke sejumlah ruas jalan tanah di Desa Subarak.
"Segmen terakhir tuntas di Gunung Sahilan, barulah kita nanti masuk ke segmen desa, khusus jalan tanah dan bahu jalan di Desa Subarak," katanya.
Eko mengungkapkan, keterbatasan kemampuan keuangan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melakukan pembangunan dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, diperlukan alternatif lain untuk mendorong pembangunan, salah satunya dengan melibatkan dan memberdayakan pengusaha lokal.
"Kita mengerti kondisi keuangan pemerintah yang sempit. Artinya, ini bukan berarti menghalangi kita berkarya. Kondisi sempit itu mungkin karena kebijakan nasional," ujar Eko.
Ia mengatakan, dirinya memahami kondisi tersebut dan mencoba mencari cara lain agar pembangunan tetap dapat berjalan, khususnya melalui kolaborasi dengan pengusaha yang berada di wilayah Kampar Kiri.
"Kita mencoba mencari segmen lain untuk membersamai pembangunan. Tentu salah satunya dengan memberdayakan pengusaha lokal dan pengusaha yang berdomisili di sekitar Serantau Kampar Kiri agar mereka sama-sama peduli dan sama-sama kita membersamai," tutupnya.
