![]() |
| Al Hudri Kepala Desa Kasikan, Tapung Hulu, Kampar (Foto: Dok Pribadi) |
Kampar (Teras Kampar) — Kepala Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Al Hudri, mewacanakan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di sektor peternakan ayam petelur setelah melakukan studi tiru ke salah satu desa di Kecamatan Kampa yang dinilai berhasil mengelola usaha tersebut.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya memperkuat ekonomi desa sekaligus menjawab tingginya kebutuhan telur di masyarakat, terutama sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan telur dalam jumlah besar.
Al-Hudri menilai, peternakan ayam petelur memiliki prospek yang menjanjikan karena hasil produksinya dapat diperoleh setiap hari dan pasarnya sudah tersedia.
“Karena kebutuhan telur hari ini sangat meningkat, apalagi karena ada program MBG (Makanan Bergizi Gratis). Program ini luar biasa banyak memakai telur,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi desa untuk mengembangkan usaha produktif melalui BUMDes agar manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jadi itulah wacana kita. Kalau jadi BUMDes kita, kita arahkan ke sini, yaitu peternakan ayam dalam pengelolaannya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, usaha peternakan ayam petelur dinilai cukup menjanjikan karena produksi berlangsung setiap hari.
“Karena barang ini (peternakan) berproduksi setiap hari. Satu ekor minimal satu butir telur. Berarti kalau seribu ekor ayam, lebih kurang 950 ekor ayam ini akan bertelur,” jelas Al Hudri.
Selain mendukung ketahanan pangan lokal, rencana tersebut juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga desa.
Menurut Al Hudri, meski pada tahap awal penyerapan tenaga kerja belum terlalu besar, namun jika usaha berkembang, dampaknya akan semakin luas bagi masyarakat.
“Tentu ini bermanfaat bagi masyarakat saya nantinya. Tentu juga ada penyerapan tenaga kerja walaupun tidak besar, tapi kalau ini berkembang, tentu ini bisa lebih besar lagi peluang penyerapan tenaga kerja,” terangnya.
Ia berharap, studi tiru yang dilakukan bisa menjadi langkah awal bagi Desa Kasikan untuk membangun kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan BUMDes yang berkelanjutan dan produktif.***


