![]() |
| Kindisi bahu jalan, di jalan Petapahan- Bangkinang (Foto; kiriman warga) |
Kampar (Teras Kampar) – Kondisi bahu jalan di ruas Petapahan–Bangkinang dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan akibat longsor di sisi tepi jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat sebagian tanah di pinggir jalan telah ambles dan membentuk lubang cukup dalam. Di bawahnya terdapat aliran air kecil yang diduga mempercepat pengikisan tanah, sehingga membuat struktur jalan menjadi tidak stabil.
Sejumlah warga sekitar menyebut, kondisi tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir dan belum mendapat penanganan serius. Mereka khawatir longsor akan semakin meluas, terutama saat hujan turun.
“Kalau dibiarkan, bisa bahayakan pengguna jalan. Apalagi ini jalur ramai kendaraan,” ujar salah seorang warga pada Minggu (19/4/2026)
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan dengan membangun turap atau penahan tanah di titik rawan tersebut. Menurut mereka, pembangunan turap dinilai penting untuk mencegah longsor susulan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, warga juga meminta adanya rambu peringatan sementara agar pengendara lebih waspada saat melintas di lokasi tersebut.
Ruas jalan Petapahan–Bangkinang sendiri merupakan salah satu jalur penghubung penting yang kerap dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat setiap hari.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan semakin parah dan berpotensi mengganggu akses transportasi masyarakat.


