![]() |
| Salah satu paket menu MBG berupa kol memtah di Desa Sungak Tonang, Kampar (Foto: Rekaman layar/Facebook.Shinta Ridho Fakhira) |
Dalam keterangan unggahannya, ia menyampaikan kekecewaan terhadap menu MBG yang diterima siswa.
“MBG Sungai Tonang. Harus bersyukur katanya. Terlalu menghina menurut saya, membuat emosi kami sebagai orang tua, seperti anak kelaparan dibuatnya. Semiskin-miskinnya kami, tak pernah kami kasih makanan seperti ini kepada anak kami, tolong dengan sangat kepada kepala MBG, ini bulan puasa loh,” tulis akun tersebut.
Dalam rekaman video, ia jug menjelaskan bahwa makanan itu akan dikonsumsi siswa saat berbuka puasa.
“MBG hari ini di Sungai Tonang, sayur campur, toge dan pucuk kangkung, kentang goreng, kol mentah, abon, ini entah cabe entah apa namanya ini, dan ini kurma dua biji,” ujar suara dalam video tersebut sebagaimana dilihat Teras Kampar, Rabu (25/2/2026).
“Harus ucap alhamdulillah. Ini diberikan ke anak nanti sore untuk berbuka,” lanjutnya.
Video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali dan memicu ratusan komentar dari warganet.
Sejumlah netizen menyayangkan menu yang dinilai kurang layak untuk anak-anak, terlebih di bulan Ramadhan.
"Gawat yie (Gawat ya)," ungakap salah seorang netizen akun @Bundadejet danial***
"Sungguh terlalu," tulis netizen lainnya akun @Adtya fi****
"Makan kurma ulamnya lobak," tulis akun lainnya Jasmi****. ,***


