CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT

Bupati Kampar Ungkap Pasokan Pangan Masih Impor 80 Persen

Teraskampar.id - Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar tahun 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan Capacity Building TPID di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota, pada Rabu (2/9). Pertemuan strategis ini mengusung tema penting yaitu 'Penguatan Sinergi dan Kolaborasi untuk Optimalisasi Pengendalian Inflasi' guna menjawab tantangan Ekonomi daerah yang kian kompleks.

Dalam arahannya, Bupati Kampar menyampaikan fakta mengejutkan mengenai ketergantungan bahan pangan masyarakat Kabupaten Kampar terhadap pasokan dari luar daerah. Meskipun sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan lokal menunjukkan pertumbuhan yang positif, pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri masih tergolong sangat rendah.

Tantangan Ketergantungan Pangan Luar Daerah

Ahmad Yuzar mengungkapkan bahwa produksi pangan lokal di Kabupaten Kampar saat ini hanya mampu mencukupi sekitar 20 hingga 30 persen dari total kebutuhan riil masyarakat. Hal ini berarti sebagian besar bahan pangan masyarakat mutlak harus didatangkan dari luar wilayah demi menjaga stabilitas dan ketersediaan pasokan.

"Produksi pangan di dalam daerah kita saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan riil masyarakat berkisar antara 20 hingga 30 persen saja. Sisa kebutuhan sebesar 70 hingga 80 persen mutlak harus didatangkan dari luar daerah," terang Ahmad Yuzar di hadapan para peserta rapat.

Kondisi ketergantungan yang cukup tinggi ini dinilai menjadikan struktur pasar di Kabupaten Kampar sangat rentan terhadap gejolak harga pangan atau volatile foods. Apabila terjadi gangguan cuaca, kendala distribusi, maupun kenaikan harga di daerah produsen, maka dampak kenaikan harga akan langsung dirasakan oleh masyarakat Kampar.

Langkah Konkret dan Strategi 4K Pemkab Kampar

Guna mengatasi kerentanan harga dan ketergantungan pasokan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar terus menggencarkan berbagai program penanganan konkret dan terukur. Langkah-langkah strategis yang telah dijalankan di antaranya:

  • Gerakan menanam komoditi penyumbang inflasi utama seperti padi dan cabai secara masif.
  • Optimalisasi produksi pangan lokal melalui penyaluran bantuan sarana produksi pertanian (saprodi).
  • Pelaksanaan Kerja Sama Antardaerah (KAD) untuk menjamin kelancaran pasokan komoditas pangan pokok.
  • Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar sebanyak 35 kali sepanjang tahun 2026.

Selain program-program nyata tersebut, Bupati Kampar menegaskan pentingnya penguatan implementasi strategi 4K oleh seluruh jajaran anggota TPID serta pemangku kepentingan. Strategi 4K tersebut meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, serta Komunikasi Efektif kepada masyarakat.

"Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Mari manfaatkan momentum ini untuk menyamakan persepsi, melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, serta menjaga keterjangkauan harga demi kesejahteraan masyarakat Kampar," tegas Bupati Ahmad Yuzar.

Dukungan Lintas Sektor dan Stakeholder

Pertemuan tingkat tinggi ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dan stakeholder lintas sektor di Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar. Hadir di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kampar, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Dr. Panji Achmad beserta jajarannya.

Turut hadir pula Kepala Kanwil DJPb Provinsi Riau Adnan Wimbyarto, Kepala BPS Kabupaten Kampar Ir. Rozalinda, M.E., Kepala Perum Bulog Cabang Kampar Dani Permana, Direktur PT Riau Pangan Bertuah Ade Putra Daulay, para Kepala OPD, serta seluruh jajaran anggota TPID Kabupaten Kampar. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengendalikan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Sumber: Media Center Kabupaten Kampar

Ikuti terus berita terbaru di Teraskampar.id

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Bupati Kampar Ungkap Pasokan Pangan Masih Impor 80 Persen
  • Bupati Kampar Ungkap Pasokan Pangan Masih Impor 80 Persen
  • Bupati Kampar Ungkap Pasokan Pangan Masih Impor 80 Persen
  • Bupati Kampar Ungkap Pasokan Pangan Masih Impor 80 Persen
  • Bupati Kampar Ungkap Pasokan Pangan Masih Impor 80 Persen
  • Bupati Kampar Ungkap Pasokan Pangan Masih Impor 80 Persen