CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT

BPS Beberkan Pergerakan Inflasi Kabupaten Kampar Terbaru

Teraskampar.id - Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar secara resmi mengikuti kegiatan rilis perkembangan inflasi daerah periode Agustus 2026 yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar. Pertemuan penting ini dilaksanakan di Ruang Media Center Kabupaten Kampar, Bangkinang Kota, pada Selasa (01/09/2026) sebagai bagian dari langkah strategis memantau stabilitas ekonomi daerah.

Kehadiran seluruh jajaran terkait dalam kegiatan rilis ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar untuk senantiasa mengandalkan data yang akurat, objektif, serta terkini. Data statistik yang disajikan oleh BPS menjadi acuan utama dalam mengevaluasi efektivitas program ekonomi, sekaligus menentukan arah kebijakan konkret dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat luas.

Sinergi Lintas Sektor dan Kehadiran Pejabat Daerah

Dalam acara tersebut, Bupati Kampar diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kampar, Drs. Muhammad, M.Si. Turut hadir mendampingi beliau yakni jajaran lengkap TPID Kabupaten Kampar. Dari pihak penyelenggara data, Kepala BPS Kabupaten Kampar Ir. Rozalinda, M.E hadir secara langsung bersama jajaran pejabat dan staf BPS Kabupaten Kampar.

Rapat evaluasi dan paparan perkembangan harga komoditas ini merupakan agenda krusial yang secara rutin digelar untuk merespons dinamika pasar. Kehadiran para pemangku kepentingan ini bertujuan memastikan bahwa setiap fluktuasi harga komoditas, baik barang maupun jasa, dapat diantisipasi secara dini sebelum berdampak luas pada daya beli masyarakat.

Komoditas Pemeliharaan dan Bawang Merah Jadi Sorotan

Dalam paparan resminya, Kepala BPS Kabupaten Kampar Ir. Rozalinda, M.E membeberkan secara rinci mengenai indikator inflasi Kabupaten Kampar untuk periode Agustus 2026. Berdasarkan hasil pencatatan dan pemantauan lapangan yang dilakukan oleh tim BPS, terdapat sejumlah sektor komoditas yang memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan angka inflasi daerah.

Rozalinda menjelaskan bahwa kelompok komoditas pemeliharaan atau service tercatat memberikan kontribusi paling besar terhadap laju inflasi year-on-year (y-on-y) di Kabupaten Kampar pada periode Agustus 2026 tersebut. Sebaliknya, pada sektor pangan dan kebutuhan harian, komoditas bawang merah justru tercatat memberikan andil terbesar terhadap deflasi year-on-year (y-on-y) di wilayah Kabupaten Kampar.

Temuan ini menunjukkan adanya dinamika menarik pada struktur pengeluaran masyarakat, di mana sektor jasa pemeliharaan mengalami peningkatan biaya, sementara harga komoditas pangan utama seperti bawang merah justru cenderung mengalami penurunan harga dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Langkah Strategis Pemkab Kampar dan Penguatan Kolaborasi

Menanggapi hasil rilis data inflasi dari BPS tersebut, Asisten II Setda Kampar Drs. Muhammad, M.Si menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar bersama TPID akan bertindak cepat. Langkah penguatan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) bakal terus ditingkatkan demi mengantisipasi berbagai faktor pemicu kenaikan harga di pasar.

“Data yang disampaikan BPS ini tentunya menjadi bahan penting bagi kita dalam menentukan langkah dan kebijakan pengendalian inflasi. Karena itu, setiap perkembangan harga komoditas harus kita pantau dan evaluasi secara berkala,” ujar Muhammad dalam peryataannya.

Lebih lanjut, Muhammad menekankan bahwa upaya pengendalian inflasi daerah tidak bisa dibebankan kepada satu instansi atau perangkat daerah saja. Keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi membutuhkan kerja sama yang terpadu dari berbagai lini.

Beberapa poin penting keterlibatan pihak-pihak terkait dalam mengendalikan inflasi daerah antara lain:

  • Pemerintah Daerah dan TPID: Melakukan pemantauan berkala, operasi pasar murah, serta evaluasi kebijakan harga secara berkelanjutan.
  • Instansi Terkait dan Distributor: Memastikan rantai pasok barang dan komoditas pangan tetap lancar tanpa ada hambatan distribusi.
  • Pelaku Usaha dan Pedagang: Menjaga kestabilan harga jual dan tidak melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok.
  • Masyarakat: Menjadi konsumen yang bijak dalam melakukan pembelian serta mengonsumsi produk lokal secara efisien.

Dengan adanya kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, hingga masyarakat, Pemkab Kampar optimistis tingkat inflasi di daerah akan tetap terjaga pada level yang aman dan stabil.

Sumber:

Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • BPS Beberkan Pergerakan Inflasi Kabupaten Kampar Terbaru
  • BPS Beberkan Pergerakan Inflasi Kabupaten Kampar Terbaru
  • BPS Beberkan Pergerakan Inflasi Kabupaten Kampar Terbaru
  • BPS Beberkan Pergerakan Inflasi Kabupaten Kampar Terbaru
  • BPS Beberkan Pergerakan Inflasi Kabupaten Kampar Terbaru
  • BPS Beberkan Pergerakan Inflasi Kabupaten Kampar Terbaru