Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Tegaskan Dukungan untuk Program 3 Juta Rumah
Bangkinang Kota (Teras Kampar) – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (13/7/2026).
Selain membahas pengendalian inflasi, rakor tersebut juga membahas sejumlah program strategis nasional, termasuk dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.
Rakor digelar di Ruang Media Center Lantai II Kantor Bupati Kampar dan diikuti seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Bupati Kampar didampingi Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., para asisten, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar, serta kepala instansi vertikal terkait.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama komoditas yang rentan mengalami kenaikan akibat pengaruh cuaca maupun gangguan distribusi.
Selain isu inflasi, rakor juga membahas penanganan kenaikan harga ikan segar di sejumlah daerah, progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Versi 3 Tahun 2026, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.
Usai mengikuti rakor, Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengatakan Pemerintah Kabupaten Kampar siap menjalankan arahan pemerintah pusat melalui berbagai langkah yang telah disiapkan di daerah.
"Pemkab Kampar berkomitmen penuh, baik dalam menjaga keterjangkauan harga pangan di daerah, menyukseskan pemutakhiran data DTSEN dan Sensus Ekonomi 2026, hingga mengawal jalannya Program 3 Juta Rumah agar tepat sasaran di Kabupaten Kampar," ujar Ahmad Yuzar usai mengikuti rakor.
Menurut Ahmad Yuzar, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan berbagai program nasional dapat berjalan sesuai sasaran.
Di sela-sela rakor, Ahmad Yuzar juga meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar. Ia menekankan agar operasi pasar murah dilaksanakan secara berkala, terutama terhadap komoditas pangan yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) mingguan.
Rakor ditutup dengan pemaparan kondisi Indeks Perkembangan Harga (IPH) mingguan nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bersama kementerian terkait sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah pengendalian inflasi di masing-masing wilayah. (Adv).
