Video Sungai Kampar Berwarna Cokelat Beredar di Media Sosial, Warganet Soroti Dugaan Dampak Aktivitas Tambang Emas
Kampar (Teras Kampar) – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi air Sungai Kampar berwarna cokelat pekat beredar di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Dalam unggahan tersebut, narasi yang menyertai video menyebut perubahan warna air diduga terjadi sejak adanya aktivitas penambangan emas di bagian hulu sungai.
Dalam keterangan video, akun pengunggah menuliskan, "Sungai Kampar yang dulunya begitu indah dan airnya yang jernih, sekarang sejak ada penambangan emas di hulu, airnya berubah drastis." Tulis akun Facebook @Mira
Sejumlah warganet mengaitkan perubahan kondisi sungai dengan berkurangnya aktivitas masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kampar.
Salah satu akun berinisial M**** H****** menuliskan, "Anak kami sudah tak mau pulang kampung karena tak bisa mandi lagi di sungai," tulisnya.
Komentar lain dari akun berinisial L** S**** meminta agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Sementara akun berinisial M* M*** menuliskan harapan agar pihak yang diduga merusak lingkungan dapat dimintai pertanggungjawaban di kemudian hari.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum terdapat informasi resmi maupun hasil investigasi dari instansi berwenang yang memastikan penyebab perubahan warna air Sungai Kampar sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
Perubahan warna air sungai sendiri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tingginya sedimentasi akibat hujan, aktivitas pembukaan lahan, hingga kegiatan pertambangan.
Oleh karena itu, penyebab pastinya perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan uji kualitas air oleh instansi terkait.
Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, maupun Balai Wilayah Sungai serta pihak terkait lainnya mengenai kondisi Sungai Kampar dan dugaan penyebab perubahan warna air tersebut.***
