CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT

Wakapolres Kampar Ingatkan Bahaya Bullying di Masjid

Teraskampar.id - Kehadiran kepolisian di tengah-tengah masyarakat kini tidak hanya terbatas pada saat terjadinya penanganan masalah hukum semata. Dalam wujud nyata program Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat hadir langsung menyapa para jamaah dalam kegiatan Jumat Keliling yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Prof. M. Yamin, S.H., Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.

Kehadiran Kompol Rizki Hidayat mewakili Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang tersebut didampingi oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Kampar. Dalam kesempatan beribadah tersebut, jajaran kepolisian berbaur bersama masyarakat bukan sekadar sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai sesama jamaah yang ikut menunaikan ibadah Sholat Jumat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Himbauan Kamtibmas Sebelum Pelaksanaan Sholat Jumat

Sebelum ibadah Sholat Jumat dimulai, Wakapolres Kampar menyampaikan pesan serta himbauan kamtibmas yang hangat namun penuh penekanan mendalam kepada seluruh jamaah yang hadir. Kompol Rizki Hidayat menegaskan bahwa kepolisian merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Kehadiran kami di sini adalah wujud bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat, berasal dari masyarakat, dan kelak akan kembali menjadi masyarakat. Kami berdiri di sini bukan di depan, bukan di belakang — melainkan sejajar, di samping Bapak dan Ibu sekalian. Kita bersama,” ujar Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat di hadapan jamaah Masjid Al-Ikhlas Bangkinang Kota.

Soroti Maraknya Kasus Bullying di Kalangan Anak-Anak

Dalam kesempatan tersebut, isu utama yang diangkat oleh Wakapolres Kampar adalah mengenai perundungan atau aksi bullying yang kian marak terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Menurut Kompol Rizki Hidayat, fenomena sosial ini sangat mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak agar tidak merusak masa depan generasi muda di Kabupaten Kampar.

Wakapolres menjelaskan terdapat dua faktor pemicu utama yang menjadi akar maraknya kasus perundungan pada saat ini, antara lain:

  • Kemudahan Akses Gawai dan Media Sosial: Perkembangan teknologi membuat anak-anak sangat mudah mengakses gawai dan berinteraksi di dunia maya tanpa adanya pendampingan serta pengawasan yang memadai dari orang tua. Bebasnya interaksi digital tanpa bekal pemahaman yang cukup sering memicu perilaku negatif.
  • Menurunnya Kepedulian Lingkungan Sekitar: Terjadi pergeseran kebiasaan di tengah masyarakat. Jika dahulu setelah waktu Maghrib anak-anak beraktivitas mengaji hingga Isya dan berada di rumah, kini banyak anak lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah. Sayangnya, lingkungan sekitar cenderung melakukan pembiaran tanpa mau menegur atau mengingatkan.

Ia menjelaskan bahwa aksi perundungan sering kali bermula dari hal-hal kecil seperti aksi saling mengejek. Jika tindakan tersebut dibiarkan terus-menerus tanpa ada teguran, maka perilaku buruk tersebut dapat tumbuh menjadi kebiasaan dan berujung pada tindakan kekerasan secara fisik maupun psikologis yang berdampak fatal.

“Bullying bukan hal biasa yang harus dibiarkan begitu saja. Apa yang terlihat sederhana bisa berubah menjadi luka mendalam, bahkan kehilangan nyawa. Jangan sampai anak-anak kita menjadi pelaku maupun korban, apalagi berhadapan dengan hukum — masa depan mereka terlalu berharga untuk dipertaruhkan karena kelalaian kita bersama,” tegas Kompol Rizki Hidayat.

Penguatan Nilai Agama dan Peran Aktif Masyarakat

Mengaitkan himbauan kamtibmas dengan nilai-nilai spiritual, Wakapolres mengingatkan jamaah akan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 11. Dalam ayat tersebut secara tegas dilarang bagi sesama manusia untuk saling mengejek, merendahkan, maupun menghina satu sama lain, karena pada dasarnya kehidupan mengajarkan pentingnya menebar kasih sayang sesama makhluk.

Wakapolres Kampar juga memaparkan bahwa saat ini Polres Kampar didukung oleh 696 personel yang tersebar di 21 Polsek di seluruh kecamatan se-Kabupaten Kampar. Seluruh jajaran siap melakukan berbagai langkah preventif dan pencegahan gangguan keamanan. Namun demikian, peran serta orang tua dan masyarakat tetap menjadi fondasi utama yang paling menentukan.

“Polres Kampar dengan 696 personel dan 21 Polsek di seluruh kecamatan akan terus melakukan upaya pencegahan. Tapi polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh Bapak dan Ibu di rumah — awasi anak-anak, kenali teman mereka, batasi gawai, dan jangan ragu menegur anak tetangga yang terlihat salah. Karena anak yang baik adalah tanggung jawab kita semua,” tambahnya.

Kegiatan Jumat Keliling tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah yang berlangsung dengan khidmat. Melalui sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan lingkungan Kabupaten Kampar senantiasa kondusif, aman, serta terlindung dari berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Sumber: Humas Polres Kampar

Ikuti terus berita terbaru di Teraskampar.id

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Wakapolres Kampar Ingatkan Bahaya Bullying di Masjid
  • Wakapolres Kampar Ingatkan Bahaya Bullying di Masjid
  • Wakapolres Kampar Ingatkan Bahaya Bullying di Masjid
  • Wakapolres Kampar Ingatkan Bahaya Bullying di Masjid
  • Wakapolres Kampar Ingatkan Bahaya Bullying di Masjid
  • Wakapolres Kampar Ingatkan Bahaya Bullying di Masjid