Bupati Kampar Dukung Swasembada Pangan Dan Tekan Inflasi
Teraskampar.id - Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., MT secara resmi mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Nasional yang dirangkaikan dengan momen penting penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) antara Menteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri. Agenda penting ini berfokus pada pengelolaan sarana, prasarana, serta ketenagaan penyuluhan pertanian demi mewujudkan Swasembada Pangan berkelanjutan di daerah.
Kehadiran pimpinan daerah Kabupaten Kampar ini dilaksanakan secara virtual melalui video conference Zoom Meeting langsung dari Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota, pada Senin (12/10/2026). Rakor tersebut diikuti oleh jajaran pemerintah daerah dari seluruh pelosok Tanah Air guna menyelaraskan langkah strategis nasional.
Fokus Pengendalian Inflasi Menjelang Akhir Tahun
Rapat koordinasi tingkat nasional ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Pol. (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian. Dalam pengarahannya, Mendagri menyampaikan gambaran umum kondisi perekonomian nasional serta menegaskan bahwa isu pengendalian inflasi harus tetap menjadi prioritas utama seluruh jajaran pemerintah daerah.
Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk memperketat pengawasan harga pasar, terutama menjelang memasuki triwulan akhir tahun 2026. Menurutnya, potensi gejolak harga komoditas pangan sering terjadi pada periode tersebut jika tidak diantisipasi secara matang dari jauh hari.
Langkah-langkah konkret yang harus ditempuh daerah mencakup menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok, memastikan kelancaran rantai distribusi dari produsen ke konsumen, serta menggelar operasi pasar murah jika diperlukan. Hal ini dinilai sangat mendasar demi menjaga daya beli masyarakat dan menekan lonjakan angka inflasi daerah.
Sinergi Dua Menteri Untuk Swasembada Pangan
Selain pembahasan mengenai inflasi, rakor nasional ini diwarnai dengan penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Langkah sinergis antar-kementerian ini secara spesifik mengatur penguatan fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta tenaga penyuluh di daerah.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa para penyuluh pertanian merupakan ujung tombak paling krusial dalam merealisasikan target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Tanpa pendampingan yang intensif dari penyuluh di lapangan, program peningkatan produksi pertanian tidak akan berjalan optimal.
"Penyuluh harus kita perkuat secara menyeluruh. Sarana dan prasarana penyuluhan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta keberadaan tenaga penyuluh wajib dikelola dengan sangat baik oleh pemerintah daerah. Kita ingin para penyuluh benar-benar hadir dan beraktivitas langsung di tengah petani, bukan sekadar bekerja di belakang meja kantor. Melalui SEB ini, pemerintah daerah wajib memberikan dukungan penuh terhadap operasional penyuluh di lapangan," tegas Mentan Amran Sulaiman.
Poin Penting Penguatan Sektor Pertanian Daerah
Penerbitan Surat Edaran Bersama ini membawa sejumlah mandat strategis yang wajib ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kampar dan daerah lainnya di Indonesia, antara lain:
- Pengoptimalan pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung pertanian di tingkat kecamatan dan desa.
- Peningkatan alokasi anggaran dan fasilitas operasional bagi para penyuluh pertanian lapangan.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia penyuluh melalui pelatihan dan pendampingan teknis berkala.
- Pembentukan pola kerja kolaboratif antara petani, BPP, dan dinas terkait guna memastikan ketahanan pangan daerah.
Komitmen Tegas Pemkab Kampar Jaga Ketahanan Pangan
Menanggapi berbagai pengarahan dari pemerintah pusat tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyatakan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mendukung seluruh kebijakan nasional terkait pengendalian inflasi dan swasembada pangan.
Ahmad Yuzar menjelaskan bahwa upaya menekan angka inflasi daerah dan memperkuat sektor pertanian merupakan dua agenda besar yang saling menopang satu sama lain. Ketika sektor pertanian lokal produktif, pasokan komoditas pangan pokok akan melimpah dan harga pasar secara otomatis menjadi stabil.
"Pemerintah Kabupaten Kampar akan memperkuat sinergi lintas sektor serta siap memfasilitasi kebutuhan para penyuluh pertanian di lapangan. Kita ingin memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Kampar aman, terjangkau, dan berkelanjutan," tegas Bupati Kampar.
Sumber: Media Center Kabupaten Kampar
Ikuti terus berita terbaru di Teraskampar.id