BAZNAS Salurkan Bantuan Zakat Miliaran untuk Warga Kampar
Teraskampar.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kampar kembali menyalurkan dana zakat melalui berbagai program Bantuan Sosial untuk masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran zakat bernilai miliaran rupiah ini dilaksanakan secara resmi di Halaman Kantor BAZNAS Kampar, Bangkinang Kota, pada 22 Oktober 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Tengku Said Hidayat S.STP M.IP.
Kegiatan pendistribusian zakat ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi yang kuat, dana zakat dikelola secara transparan dan tepat sasaran untuk menyasar berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, keagamaan, ekonomi, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial.
Rincian Program Bantuan BAZNAS Kabupaten Kampar
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Kampar menyerahkan bantuan melalui lima program unggulan utama, yaitu Kampar Peduli, Kampar Makmur, Kampar Sehat, Kampar Cerdas, dan Kampar Taqwa. Berikut adalah rincian lengkap mengenai besaran dana serta jumlah penerima manfaat dari masing-masing program unggulan tersebut:
- Program Kampar Peduli (Rumah Tinggal Layak Huni - RTLH): BAZNAS memberikan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni menjadi layak huni dengan alokasi sebesar Rp74.800.000 per unit. Total anggaran yang dikucurkan untuk program ini mencapai Rp1.122.000.000 bagi 15 unit rumah penerima manfaat di seluruh wilayah Kampar.
- Program Kampar Makmur (Z-Mart): Dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan menggerakkan usaha kecil, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha Z-Mart sebesar Rp10.000.000 untuk pemberdayaan ekonomi umat.
- Program Kampar Sehat (MCK Sehat): BAZNAS mengalokasikan bantuan sebesar Rp9.000.000 untuk mendukung peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat.
- Program Kampar Peduli (Bantuan Instalasi Listrik KWh Meter): Guna memastikan masyarakat kurang mampu mendapatkan akses penerangan yang layak, disalurkan bantuan pemasangan KWh meter sebesar Rp2.800.000 per unit, dengan total nilai Rp28.000.000 bagi 10 unit penerima manfaat.
Dukungan Pendidikan dan Keagamaan Lewat Zakat
Sektor pendidikan dan keagamaan juga menjadi prioritas utama BAZNAS Kabupaten Kampar dalam pendistribusian zakat kali ini. Berbagai bentuk dukungan disalurkan guna mencetak generasi muda Kampar yang cerdas serta religius.
- Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS): Melalui Program Kampar Cerdas, BAZNAS mengucurkan beasiswa pendidikan tinggi senilai total Rp125.000.000 untuk 25 orang mahasiswa penerima manfaat. Program ini bertujuan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk menuntaskan pendidikan tingkat sarjana.
- Bantuan Guru TPQ: Melalui Program Kampar Taqwa, apresiasi dan insentif diberikan kepada para pendidik Al-Qur'an dengan bantuan sebesar Rp1.000.000 per orang. Total dana yang disalurkan untuk program ini mencapai Rp654.000.000 bagi para guru TPQ di Kabupaten Kampar.
- Bantuan Sekolah Paket: Dukungan pendidikan kesetaraan diberikan melalui alokasi dana Rp13.750.000 yang ditujukan bagi 11 orang peserta program Sekolah Paket.
- Bantuan Pelunasan Utang Sekolah: Untuk membantu siswa yang terancam kendala biaya, BAZNAS mengalokasikan dana sebesar Rp54.335.000 untuk melunasi tunggakan sekolah 68 orang siswa penerima manfaat.
Sinergi Pemerintah Daerah dan BAZNAS Kampar
Asisten I Setda Kampar Tengku Said Hidayat menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar sangat mengapresiasi kinerja BAZNAS yang konsisten mengelola dan menyalurkan dana zakat dengan akuntabel. Pendistribusian ini tidak sekadar memberikan bantuan finansial sesaat, namun juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi jangka panjang bagi warga penerima manfaat.
Pemerintah daerah berharap dana bantuan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mendorong kemandirian masyarakat Kabupaten Kampar demi mengentaskan kemiskinan secara terpadu.
Sumber: