Ibu-ibu Tanjung Alai Kampar Dilatih Ekonomi dan Budaya
Teraskampar.id - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, menggelar kegiatan bulanan berupa Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Berbasis Nilai-Nilai Adat, Budaya, dan Kearifan Lokal. Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran serta potensi perempuan di tengah masyarakat desa.
Dukungan Terhadap Visi Kabupaten Kampar
Kegiatan yang dipusatkan di kantor Desa Tanjung Alai ini difasilitasi penuh oleh Pemerintah Desa setempat. Acara ini selaras dengan visi Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, MT dan Wakil Bupati Kampar dalam mewujudkan Kabupaten Kampar yang Maju, Agamis, Berbudaya, serta Berdaya Saing tinggi.
Pelatihan dihadiri langsung oleh Pj. Kepala Desa Tanjung Alai Syamsul Azwar, Ketua TP PKK Desa Tanjung Alai Minarseh, AMK, para kader PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), perwakilan guru dan tenaga pendidik, hingga perwakilan tokoh masyarakat Desa Tanjung Alai.
Perempuan Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa
Dalam sambutannya, Pj. Kepala Desa Tanjung Alai Syamsul Azwar mengapresiasi antusiasme para peserta. Ia menekankan bahwa kegiatan ini hendaknya memberikan dampak nyata dan keterampilan substantif bagi kaum perempuan di desa.
"Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi mampu melahirkan perempuan-perempuan yang tangguh, kreatif, dan berbudaya. Perempuan Tanjung Alai harus menjadi motor penggerak ekonomi desa Wisata serta memperkuat literasi budaya lokal," ujar Syamsul Azwar secara optimistis.
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Tanjung Alai Minarseh, AMK menegaskan pentingnya posisi PKK sebagai ujung tombak kesejahteraan keluarga. Menurutnya, PKK tidak boleh sekadar menjalankan program rutin tanpa adanya inovasi dan gerakan nyata.
"Kami ingin ibu-ibu PKK Tanjung Alai tidak hanya pintar mengurus rumah tangga, tetapi juga cakap, kreatif, dan paham akan jati diri budaya serta kearifan lokal yang kita miliki. PKK harus menjadi contoh dalam menjaga tradisi sekaligus mandiri secara ekonomi," ungkap Minarseh dengan penuh semangat.
Sinergi Ekonomi Kreatif dan Adat Istiadat
Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri kompeten di bidangnya masing-masing, antara lain:
- Era Noveryanti (Fungsional Muda Adytama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar)
- Emi Zamzami (Pemerhati Budaya Kampar)
Dalam pemaparannya, Era Noveryanti menjelaskan bahwa Desa Tanjung Alai memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa dan strategis di Kabupaten Kampar. Potensi besar tersebut perlu diolah secara mandiri oleh ibu-ibu PKK melalui pembuatan produk ekonomi kreatif, seperti kuliner khas, kriya, suvenir wisata, hingga pengelolaan fasilitas homestay yang memiliki nilai jual tinggi.
Di sisi lain, Emi Zamzami menyoroti peran mendasar perempuan dari sudut pandang adat dan budaya Kampar. Ia menekankan bahwa posisi perempuan adalah sokoguru, penopang, atau tiang penyangga utama dalam keluarga. Adat Kampar sangat memuliakan dan menempatkan derajat seorang ibu pada posisi yang sangat tinggi.
Antusiasme Tinggi dan Usulan Kelas Budaya Rutin
Di sela-sela kegiatan, panitia turut menyiapkan pembagian doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi bagi peserta. Momen ini menambah keakraban serta keceriaan antarsesama ibu-ibu PKK dan kader masyarakat Tanjung Alai.
Diskusi interaktif berlangsung hangat hingga akhir acara. Tingginya antusiasme peserta melahirkan usulan dari ibu-ibu agar di Desa Tanjung Alai dibentuk kelas belajar budaya secara rutin. Kelas ini diharapkan dapat menghadirkan penceramah dan guru budaya secara berkelanjutan demi membentengi kearifan lokal dari arus modernisasi.
Melalui pelatihan ini, ibu-ibu PKK, kader, dan KPM Desa Tanjung Alai diharapkan mampu bertindak sebagai agen pelestari budaya sekaligus pelaku ekonomi kreatif mandiri demi mewujudkan desa wisata unggulan di Kabupaten Kampar.
Sumber: Media Center Kabupaten Kampar
Ikuti terus berita terbaru di Teraskampar.id