Semarak HUT ke-81 RI di Desa Kasikan, Semangat Perangi Narkoba dan Kisah Inspiratif Pengibar Bendera
Tapung Hulu, (Teras Kampar) — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Selain menjadi momentum memperingati kemerdekaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menguatkan semangat nasionalisme sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Kepala Desa Kasikan, Alhudri, ST, mengatakan perjuangan menjaga kemerdekaan saat ini tidak hanya dilakukan dengan mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga dengan melindungi generasi muda dari berbagai ancaman, termasuk narkoba.
“Kita belum merdeka dari yang namanya narkoba. Untuk itu, mari kita sama-sama memerangi narkoba. Jangan takut dan jangan ragu. Kami Pemerintah Desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, atas nama TNI dan Polri, mendukung upaya untuk memberantas narkoba di desa yang kita cintai ini,” kata Alhudri.
Menurut Alhudri, semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menciptakan lingkungan yang aman serta menjaga anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Kisah Pengibar Bendera yang Tak Menyerah
Di balik pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI di Desa Kasikan, terdapat kisah perjuangan salah seorang anggota pengibar bendera yang patut menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Dia adalah Aie Miftah Chania, siswi SMA Negeri 1 Tapung Hulu.
Sebelum dipercaya menjadi salah satu pengibar bendera di Desa Kasikan, Aie telah lebih dahulu mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten Kampar yang berlangsung di Bangkinang pada 6-10 April 2026.
Namun, perjuangannya saat itu belum membuahkan hasil. Aie belum berhasil lolos dalam seleksi tersebut.
Kegagalan itu ternyata tidak membuatnya berhenti.
Ia kembali mengambil kesempatan untuk mengabdi dengan menjadi salah satu anggota pengibar Sang Merah Putih dalam upacara HUT ke-81 RI di Desa Kasikan.
Bagi Aie, kesempatan tersebut menjadi pembuktian bahwa kegagalan dalam satu kesempatan bukan berarti akhir dari perjuangan.
Kisahnya menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk dengan mengambil peran di lingkungan sendiri.
Menjadi pengibar bendera, kata semangat yang tersirat dari perjuangannya, bukan semata soal mendapatkan predikat Paskibraka. Lebih dari itu, ada nilai kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi generasi muda Desa Kasikan untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Peringatan HUT ke-81 RI di Desa Kasikan pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa menjaga kemerdekaan juga berarti menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta melindungi generasi penerus dari ancaman narkoba.
Dari Desa Kasikan, semangat kemerdekaan itu kembali ditegaskan: pantang menyerah, menjaga persatuan, dan bersama-sama melawan narkoba.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Penulis: Musa Siregar
