Ratusan Siswa Tapung Keracunan MBG Wabup Kampar Tutup SPPG
Teraskampar.id - Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, meninjau langsung dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Tapung Hulu dan Kecamatan Tapung. Insiden tersebut terjadi usai para siswa mengonsumsi paket makanan yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat pada Rabu (19/8/2026) pagi. Korban diketahui berasal dari SMKN 01 Tapung Hulu dan Pondok Pesantren Al Muktas.
Mendapat laporan insiden Kesehatan tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Kampar bersama pejabat daerah terkait langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan medis para siswa berjalan cepat dan optimal.
Wabup Kampar Instruksikan Penutupan Sementara SPPG
Usai melakukan peninjauan di lokasi dan fasilitas kesehatan, Wabup Kampar Dr. Hj. Misharti menegaskan langkah cepat dengan meminta pengelola SPPG terkait untuk segera menghentikan seluruh kegiatan produksi untuk sementara waktu. Keputusan tegas ini diambil guna mencegah jatuhnya korban tambahan dan memastikan proses investigasi berjalan secara menyeluruh.
"Ini tutup dulu, tidak boleh produksi dulu. Ngak boleh kayak gini. Kita mau dan kita ingin melancarkan program ini karena program ini bagus ya. Jangan sampai ini dirusak oleh yang tidak bertanggungjawab dan sesuaikan dengan prosedur ya, SOP nya karena program ini bagus untuk anak-anak kita kalau udah keracunan kayak gini kan siapa yang bertanggungjawab," tegas Misharti dengan nada tinggi.
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar merasa sangat bertanggung jawab terhadap keselamatan seluruh anak-anak dan warga Kampar yang terdampak. Seluruh penanganan medis bagi para korban yang mengalami gejala keracunan dijamin langsung oleh pemerintah daerah setempat.
Rincian Korban Keracunan di Tapung Hulu dan Tapung
Berdasarkan data terkini saat peninjauan di lapangan, jumlah siswa yang diduga mengalami gejala keracunan makanan MBG mencapai total 145 orang. Para korban tersebut mendapatkan perawatan medis di dua tempat fasilitas kesehatan utama kawasan Tapung:
- UPTD Puskesmas Sukaramai (Tapung Hulu): Merawat sebanyak 80 siswa.
- UPT Puskesmas Tapung: Merawat sebanyak 65 siswa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar telah diinstruksikan untuk segera menurunkan tim medis lengkap guna memberikan pertolongan pertama secara intensif. Puskesmas di sekitar wilayah Tapung Hulu difungsikan sebagai pusat rujukan utama bagi pasien dengan gejala ringan hingga sedang. Sementara itu, bagi siswa yang memerlukan penanganan medis lanjutan yang lebih serius, perawatan dirujuk langsung ke Rumah Sakit Bangkinang.
Evaluasi Menyeluruh dan Uji Laboratorium BPOM
Sebagai langkah penegakan aturan dan penjaminan kualitas, Pemkab Kampar memastikan evaluasi total akan dilakukan terhadap seluruh rantai pasok Program MBG. Evaluasi tersebut meliputi mekanisme pengadaan bahan baku makanan, proses pengolahan gizi di dapur SPPG, tata cara distribusi, hingga proses penyajian makanan di tiap-tiap sekolah penerima manfaat.
Pemerintah Daerah juga menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa. Hasil dari pengujian laboratorium BPOM ini nantinya akan dijadikan acuan utama dalam menentukan langkah hukum maupun tindakan administratif terhadap pihak penyedia jasa makanan.
Komitmen Keamanan Program MBG Tetap Terjaga
Wabup Kampar menyampaikan rasa prihatin yang amat mendalam atas insiden yang menimpa para pelajar tersebut. Kendati demikian, beliau menegaskan bahwa kejadian ini tidak akan menghentikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak sekolah, menekan angka stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kampar. Kejadian ini menjadi momentum evaluasi besar agar pengawasan kualitas gizi dan standar operasional dapat semakin diperketat di masa depan.
Di akhir penyampaiannya, Misharti juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang bergerak cepat dalam menangani para korban, mulai dari RS Tandun, Camat Tapung Hulu, jajaran Puskesmas, hingga personel Kepolisian dan TNI.
Sumber: Media Center Kabupaten Kampar
Ikuti terus berita terbaru di Teraskampar.id