Pemkab Kampar Kawal Studi AMDAL Pengembangan Migas PT PHR
Teraskampar.id - Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya dalam mengawal seluruh proses pengembangan investasi daerah agar tetap berwawasan Lingkungan dan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat lokal. Hal ini ditegaskan saat menghadiri agenda penting Konsultasi Publik Rencana Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang digelar oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Mewakili Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., MT., Asisten I Setda Kampar Tengku Said Hidayat, S.STP., M.IP., hadir secara langsung dalam forum strategis tersebut. Kegiatan yang berlangsung di SKA Convention Exhibition (SKA CoEx) Pekanbaru pada Kamis (13/8/2026) ini berfokus pada rencana kegiatan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) di wilayah operasional PT PHR.
Proses penyusunan studi AMDAL ini mencakup rencana ekspansi dan pengembangan di Wilayah Operasi Minas-Siak. Wilayah ini meliputi sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau, di antaranya Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, serta Kota Pekanbaru. Konsultasi publik diselenggarakan sebagai sarana transparan untuk menghimpun Saran, Pendapat, dan Tanggapan (SPT) dari para pemangku kepentingan serta warga yang berada di sekitar area operasional.
Wadah Menyerap Aspirasi dan Dampak bagi Masyarakat
Konsultasi publik menjadi ruang krusial untuk mendengarkan secara langsung suara masyarakat yang berpotensi terkena dampak langsung dari aktivitas eksplorasi maupun eksploitasi migas, baik dampak positif maupun dampak negatif. Berdasarkan hasil identifikasi awal, pemetaan perhatian utama ditujukan kepada warga yang bermukim di sekitar wilayah kerja dan operasional PT PHR.
Asisten I Setda Kampar Tengku Said Hidayat menyampaikan bahwa forum ini memiliki arti yang sangat strategis bagi Kabupaten Kampar. Sebagai salah satu daerah penopang operasional PT PHR, Kampar berkepentingan memastikan bahwa setiap aktivitas industri membawa kemaslahatan nyata bagi warga lokal.
"Kegiatan ini sangat penting mengingat Kabupaten Kampar merupakan salah satu wilayah operasi PHR. Kita berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan memperhatikan kepentingan masyarakat, sehingga kegiatan pengembangan ini nantinya dapat memberikan dampak serta manfaat yang positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Tengku Said Hidayat di sela-sela acara.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi krusialnya kolaborasi dan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, pihak korporasi, serta masyarakat. Menurutnya, kepedulian bersama merupakan kunci utama agar rencana kegiatan industri yang berpotensi memengaruhi ekosistem lingkungan dan keberlanjutan hidup warga dapat dijalankan secara bertanggung jawab serta transparan.
Komitmen PT PHR dalam Pengelolaan Lingkungan
Di sisi lain, SR Manager HSE Operation Zona Rokan PT PHR, I Nyoman Widaryantha Naya, menjelaskan bahwa tahapan konsultasi publik merupakan bagian tak terpisahkan dari penyusunan dokumen studi AMDAL yang akuntabel dan komprehensif.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain:
- Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau
- Perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau
- Para Kepala Desa yang berada di wilayah operasi PT PHR
- Tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat lokal
Melalui forum terbuka ini, seluruh aspirasi, masukan konstruktif, serta saran dari berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat diakomodasi ke dalam dokumen akhir studi AMDAL. Dengan demikian, ekosistem bisnis migas PT PHR tidak hanya berfokus pada capaian produksi energi nasional, tetapi juga memprioritaskan kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan sosial warga di wilayah operasional Kabupaten Kampar dan sekitarnya.
Sumber: Media Center Kabupaten Kampar
Ikuti terus berita terbaru di Teraskampar.id