PT Arara Abadi Siagakan 5 Helikopter dan 1.173 Personel untuk Antisipasi Karhutla Saat El Nino 2026
Riau (Teras Kampar) - PT Arara Abadi sebagai Unit Usaha APP Group meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi fenomena El Nino 2026 di Indonesia dengan
Riau (Teras Kampar) - PT Arara Abadi sebagai Unit Usaha APP Group meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi fenomena El Nino 2026 di Indonesia dengan menambah pos akses kontrol wilayah, penambahan personel Tim reaksi cepat dan 5 unit Heli Copter untuk penanggulangan kebakaran hutan lahan di sekitar arela konsesi perusahaan
Fire Operation Management Head PT Arara Abadi-APP Group, Richard Sudinardo menyatakan tahun ini pihaknya menambah 34 pos akses kontrol di sekitar 26 distrik wilayah konsesi perusahaan. Hal ini untuk memitigasi daerah yang dianggap rawan karhutla.
"Kita identifikasi akses jalan yang ada di sana, setiap orang masuk lapor pos itu,. Di sana turut terlibat tentara dan polisi serta tokoh masyarakat dilibatkan agar niat membakar itu tidak ada karena kebakaran 100 persen ulah manusia," katanya di Perawang, Rabu.
Selain itu tambahnya TRC yang berjumlah 8 saat ini ditambah tiga sehingga menjadi 11 tim. Dengan begitu saat ini semua TRC di PT Arara Abadi APP Group telah berjumlah 77 orang.
Jumlah tersebut semakin melengkapi personel regu pemadam kebakaran yang mencapai memiliki regu pemadam kebakaran 1.173 orang. Di samping itu ada juga 1000 lebih juga personel cadangan yang masih merupakan karyawan di bidang lain.
Dari segi sarana prasarana operasi pemadaman dari udara juga bertambah menjadi 5 unit helikopter. Semuanya bisa dilakukan untuk operasi waterbombing dan tiga di antaranya bisa juga dilakukan untuk patroli.
"Per Juni 2026 sudah ada 35 kasus yang kita tangani, semuanya di luar area konsesi. Kita kirimkan tim dan padamkan sampai tuntas," ujarnya.
Lebih lanjut Richard menyampaikan semua kegiatan operasi karhutla oleh perusahaan dikontrol dan dimonitor melalui "Situation Room" yang pusatnya di Perawang. Tak hanya itu di 23 distrik yang ada di Provinsi Riau juga memiliki "situation room".
"Apabila ada titik api diinformasikan ke sini, baru kita turunkan tim 15 orang atau waterbombing. Kalau kurang ditambah personel dari distrik terdekat atau dari pusat," ungkapnya.
Penanggungjawab Operasional FOM PT Arara Abadi APP Group lebih jauh mengutamakan dalam situation room ada empat monitor sejajar. Pertama website Sipongi milik pemerintah untuk memantau apabila ada titik panas.
Selanjutnya titik panas itu dihamparkan monitor lainnya pada situs internal sesuai peta konsesi. Jika ada titik panas maka akan dilakukan "groundcheck", personel langsung ke lokasi mengecek dan wajib swafoto. Jika terdeteksi titik api maka dilakukan pemadaman.
Monitor lainnya yakni Spartan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika untuk memonitor kondisi cuaca. Di sampingnya juga situs internal yang menampilkan cuaca di area konsesi saja.
"Di situs internal kita informasi diterjemahkan ke warna biru artinya aman, hijau moderat, kuning high dan merah ektrem yang mewakili tingkat potensi terbakar yang diletakkan di 26 distrik. Ada data suhu curah hujan, ada angka hari tidak hujan. Kita tetapkan batas curah hujan 5 milimeter, gerimis hujan sebentar tidak dihitung hujan," ujarnya.
Perbedaan dengan situs BMKG yakni pada alat "Automatic Weather Situation" (AWS). Pada situs BMKG, hanya da di bandara tersebar di lima daerah di Provinsi Riau. Sementara AWS situs internal ada di 26 distrik yang memantau cuaca secara "real-time".
"Layar lainnya ada Windy.com untuk melihat arah angin paling akurat. Bisa lihat juga hujan secara real time dan history hujannya kapan saja. Bisa dilihat awan tidak ada di sejumlah besar wilayaj Indonesia yang berarti tipis peluang hujan," sebutnya.
Baca Juga:
