![]() |
| Gedung DPRD Kampar |
Tapung Hilir, Teras Kampar — Komisi IV DPRD Kabupaten Kampar memastikan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kasus matinya ikan secara massal di Sungai Tapung, Kecamatan Tapung Hilir, pada Senin (13/4/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Kampar, Agus Risna, mengatakan bahwa agenda RDP tersebut merupakan tindak lanjut atas keresahan masyarakat yang terdampak peristiwa tersebut.
“Jadi bang, (kita gelar RDP),” ujar Agus Risna saat dikonfirmasi Teras Kampar melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/4/2026).
Menurut Agus, RDP ini bertujuan untuk menggali informasi secara menyeluruh terkait penyebab kematian ikan yang terjadi secara massal di aliran Sungai Tapung dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menambahkan, dalam rapat tersebut pihaknya juga akan menghadirkan sejumlah pihak terkait, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Tapung Hilir.
Langkah ini dilakukan guna memastikan ada kejelasan informasi serta tanggung jawab atas kejadian yang menimbulkan dampak lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Saat ditanya mengenai perusahaan yang akan dipanggil, Agus tidak secara rinci menyebutkan nama, namun mengakui bahwa pihaknya mengundang perusahaan sesuai dengan aspirasi masyarakat.
“Yang kita panggil sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujarnya.
Kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari hasil perikanan sungai.
Sebelumnya, ribuan ikan dilaporkan mati secara massal di Sungai Tapung, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, dalam beberapa waktu terakhir, sehingga memicu perhatian publik dan dorongan agar dilakukan penelusuran penyebab serta penanganan serius dari pihak terkait.(*)


