![]() |
| Salah satu bangunan Masjid di Tapung, Kampar (Foto: Teras Kampar) |
Bangkinang (Teras Kampar) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam meningkatkan kualitas sarana ibadah masyarakat kembali ditunjukkan melalui pembukaan lima paket proyek pembangunan dan rehabilitasi masjid yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Melalui sistem pengadaan resmi (SPSE 4.5), lima paket pekerjaan konstruksi tersebut kini telah dibuka dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 900 juta.
Seluruh paket menggunakan skema pengadaan langsung, sebuah metode yang dikenal efektif untuk mempercepat proses pelaksanaan kegiatan, khususnya untuk pekerjaan dengan nilai di bawah Rp 200 juta.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas ibadah yang lebih representatif, nyaman, dan layak bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Adapun paket pekerjaan yang dibuka meliputi pembangunan dan rehabilitasi di beberapa titik penting, di antaranya Desa Pongkai (Kecamatan Koto Kampar Hulu), serta Desa Danau Lancang (Kecamatan Tapung Hulu) yang mendapatkan beberapa intervensi sekaligus.
Selain itu, perhatian juga diberikan untuk Desa Baru di Kecamatan Siak Hulu.
Setiap paket proyek dirancang tidak hanya untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga mendukung aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat yang semakin dinamis.
Dengan fasilitas yang lebih baik, masjid diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan umat sekaligus ruang interaksi sosial yang inklusif.
Penggunaan skema pengadaan langsung dalam proyek ini memberikan keuntungan dari sisi kecepatan dan efisiensi pelaksanaan.
Hal ini memungkinkan pembangunan dapat segera berjalan dan manfaatnya lebih cepat dirasakan oleh masyarakat.
Meski demikian, transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi perhatian utama dalam setiap proses pengadaan. Sistem digital melalui SPSE memastikan seluruh tahapan dapat diakses dan dipantau secara terbuka oleh publik.
Dengan batas akhir pendaftaran pada 14 April 2026, pemerintah daerah berharap para penyedia jasa konstruksi lokal dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah.
Ke depan, langkah ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan infrastruktur keagamaan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha setempat.
Pembangunan masjid bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi sosial jangka panjang dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas di tengah masyarakat Kampar. (*)


