![]() |
| Bupati Kampar Ahmad Yuzar tampak memandikan air balimau kasai kepada seorang anak di Desa Batu Belah (Foto: Diskominfo dan Persendian Kabupaten Kampar) |
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Sosial Agustar, Kepala BPBD Azwan, Kepala Dinas Pariwisata Afdal, Kepala Dinas Kominfo Lukmansyah Badoe, Camat Kampar Shendy Septian, Kepala Desa Batu Belah M. Zahril, unsur Forkopimcam, serta masyarakat Desa Batu Belah.
Balimau Kasai merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kabupaten Kampar yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan. Tradisi ini tidak sekadar ritual pembersihan diri secara lahiriah, tetapi juga memiliki makna spiritual sebagai simbol penyucian hati dan jiwa sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Desa Batu Belah dipilih sebagai lokasi utama kegiatan karena memiliki nilai historis serta menjadi pusat berkumpulnya masyarakat dari berbagai penjuru daerah.
Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menekankan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah.
“Balimau Kasai bukan hanya tradisi, tetapi juga perekat sosial yang memperkuat kebersamaan masyarakat Kampar. Melalui event ini, kita ingin menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang bernilai tinggi, sekaligus memperkuat iman dan persaudaraan,” ujarnya.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi perlombaan sampan hias yang dimulai dari Kelurahan Pulau dan finis di Desa Batu Belah, prosesi Balimau Kasai, pertunjukan seni budaya, serta lomba permainan tradisional yang disambut antusias masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kampar berharap Event Wisata Balimau Kasai dapat menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan masuk dalam kalender event resmi daerah, sehingga mampu menarik wisatawan dari luar Kabupaten Kampar.
Pemkab Kampar juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan budaya yang dapat mengangkat potensi wisata sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial masyarakat.
“Semoga di tahun mendatang tradisi Balimau Kasai ini semakin meriah. Kepada kepala OPD terkait agar dapat membimbing dan mendukung penuh, karena ini merupakan budaya leluhur kita,” tutup Ahmad Yuzar. (Advertorial)


