CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT

Syawal Kembali Pimpin PWI Kampar Periode 2026-2029

Teraskampar.id - Syawal resmi terpilih kembali untuk memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar masa bakti 2026-2029. Pemilihan yang berlangsung cukup alot tersebut digelar dalam agenda Konferensi VIII PWI Kabupaten Kampar yang bertempat di Stanum Resort Bangkinang pada Kamis (15/10/2026).

Jalannya Pemilihan Ketua PWI Kampar yang Alot

Proses rapat pleno pemilihan ketua ini dipimpin langsung oleh Jinto El Gaul. Dalam pendaftaran, pimpinan sidang menerima dua berkas persyaratan calon ketua PWI Kabupaten Kampar untuk periode 2026-2029, yakni Syawal dan Netty Mindrayani.

Setelah seluruh berkas dinyatakan memenuhi persyaratan administratif dan verifikasi, kedua calon melangkah ke tahapan penyampaian visi dan misi. Di hadapan seluruh peserta konferensi, Syawal dan Netty memaparkan gagasan serta arah kebijakan organisasi yang akan mereka usung dalam tiga tahun ke depan.

Tahapan dilanjutkan dengan proses pemungutan suara secara langsung oleh peserta yang memiliki hak pilih. Persaingan suara berjalan sangat dinamis dan sengit hingga akhir penghitungan suara.

Hasil Penghitungan Suara Konferensi VIII

Berdasarkan hasil penghitungan suara resmi yang dilakukan oleh panitia pleno, Syawal unggul dengan meraih sebanyak 8 suara. Sementara itu, rivalnya Netty Mindrayani memperoleh sebanyak 5 suara.

Dari total 15 suara yang masuk ke kotak suara, terdapat 13 suara sah dan 2 suara dinyatakan tidak sah karena peserta mencoblos kedua nama calon pada kertas suara. Dengan keunggulan suara tersebut, Syawal dipastikan kembali menahkodai PWI Kabupaten Kampar untuk periode kedua.

Komitmen Syawal Membangun PWI Kampar

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Syawal menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh seluruh anggota dan senior PWI Kampar.

"Terimakasih atas dukungannya, baik dari para senior dan kawan-kawan jurnalis. Saya minta bimbingannya guna membangun PWI Kampar lebih baik lagi," ujar Syawal dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan kebersamaan di tubuh organisasi jurnalis tertua di Indonesia ini. Menurutnya, kontestasi telah selesai dan kini saatnya seluruh elemen wartawan bersatu kembali demi kemajuan bersama.

"Mari sama-sama kita bersatu dan kompak bersama. Siapapun ketuanya harus bersatu. Untuk itu yang terpilih menjadi sekretaris ataupun bendahara ataupun pengurus struktur harus bertanggung jawab dengan tugasnya," tegasnya.

Syawal meyakini bahwa nama besar PWI Kampar hanya bisa dijaga jika seluruh pengurus bekerja sama secara profesional dan penuh tanggung jawab. Ia optimistis PWI Kampar akan makin berprestasi ke depannya.

"PWI ini sudah besar namanya, dan saya juga tidak bisa berjalan sendiri. Saya yakin PWI Kampar ke depan akan lebih baik lagi, baik dari sisi program kerja maupun prestasi dalam membawa nama baik PWI," tambahnya.

Pesan Tegas Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar

Dalam kesempatan terpisah, Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar memberikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Syawal sebagai Ketua PWI Kabupaten Kampar masa bakti 2026-2029.

Selain memberikan selamat, Raja Isyam Azwar juga menyampaikan pesan krusial terkait profesionalisme dan integritas pers. Ia mengingatkan seluruh jurnalis agar tidak memanfaatkan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

"Profesi wartawan bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan juga memikul tanggung jawab besar dalam memberikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Raja Isyam Azwar saat diwawancarai.

Raja Isyam menambahkan bahwa setiap insan pers wajib menjaga kode etik Jurnalistik di setiap tahapan kerja, mulai dari pencarian fakta di lapangan, verifikasi informasi, hingga proses penerbitan berita ke publik.

Ia menekankan bahwa pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik tidak boleh dibiarkan begitu saja. Segala bentuk pelanggaran harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi secara adil dan transparan.

"Karena itu, setiap dugaan pelanggaran kode etik harus ditangani secara serius melalui mekanisme yang berlaku. Apabila pelanggaran terbukti, penanganannya harus dilakukan secara tegas, objektif, dan profesional sesuai ketentuan organisasi serta peraturan yang berlaku," tutupnya secara tegas.

Sumber: Media Center Kabupaten Kampar

Ikuti terus berita terbaru di Teraskampar.id

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Syawal Kembali Pimpin PWI Kampar Periode 2026-2029
  • Syawal Kembali Pimpin PWI Kampar Periode 2026-2029
  • Syawal Kembali Pimpin PWI Kampar Periode 2026-2029
  • Syawal Kembali Pimpin PWI Kampar Periode 2026-2029
  • Syawal Kembali Pimpin PWI Kampar Periode 2026-2029
  • Syawal Kembali Pimpin PWI Kampar Periode 2026-2029