CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT

Polsek Kampar Kawal Tanaman Jagung Warga Desa Batu Belah

Teraskampar.id - Kepolisian Sektor (Polsek) Kampar terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung suksesnya program Ketahanan Pangan nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pendampingan langsung serta pemantauan rutin terhadap berbagai aktivitas Pertanian masyarakat di wilayah hukum Polsek Kampar, salah satunya fokus pada budidaya tanaman jagung pipil.

Aksi nyata tersebut kembali terlihat pada Jumat (26/6/2026), ketika Bhabinkamtibmas Desa Batu Belah dan Desa Tanjung Rambutan, Aiptu Jondri Salmi, S.E., turun langsung ke lapangan. Ia melakukan pengecekan secara detail terhadap perkembangan tanaman jagung milik Kelompok Raja Tani yang berlokasi di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.

Dukungan Terhadap Program Asta Cita dan Polri Presisi

Kegiatan peninjauan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini bukan sekadar kunjungan biasa. Langkah Bhabinkamtibmas tersebut merupakan bagian dari implementasi program Polri Presisi sekaligus bentuk dukungan penuh terhadap Program Asta Cita Pemerintah. Program ini menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan dan kemandirian bangsa.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lokasi, lahan pertanian jagung seluas 0,5 hektare tersebut menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Tanaman jagung jenis pipil yang mulai ditanam sejak 13 Juni 2026 lalu tumbuh dengan optimal dan tampak subur. Kualitas tanah yang sangat mendukung serta perawatan intensif dari para anggota Kelompok Raja Tani menjadi faktor utama keberhasilan tanaman tersebut hingga saat ini tanpa kendala berarti.

Target Panen dan Teknik Pembudidayaan Jagung

Proses penanaman jagung pipil di lahan Kelompok Raja Tani ini menerapkan standar teknik pertanian yang rapi. Beberapa detail pelaksanaan di lapangan meliputi:

  • Penggunaan bibit jagung berkualitas sebanyak kurang lebih 10 kilogram.
  • Penerapan pola tanam presisi dengan jarak 30 x 50 sentimeter.
  • Perawatan berkala dan pemantauan kondisi tanah secara berkelanjutan.

Dengan perawatan yang konsisten, tanaman jagung ini diperkirakan akan siap memasuki masa panen setelah mencapai usia sekitar 120 hari setelah tanam, atau diproyeksikan pada bulan September 2026 mendatang. Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan hasil panen yang melimpah bagi para petani lokal.

Sinergi Kepolisian dan Petani untuk Kesejahteraan Masyarakat

Pihak Polsek Kampar menegaskan bahwa keterlibatan jajaran kepolisian dalam bidang pertanian adalah wujud kepedulian mendalam terhadap kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah-tengah warga tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga bertindak sebagai mitra strategis dalam mengawal kesuksesan agenda pembangunan nasional.

Selama peninjauan, Aiptu Jondri Salmi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa warga dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Masyarakat diajak untuk terus menjaga kondusivitas lingkungan, memelihara semangat gotong royong, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan jajaran kepolisian demi kelancaran program bersama.

Melalui pendampingan yang konsisten dan berkelanjutan ini, Polsek Kampar optimistis dapat memberikan motivasi tambahan bagi para petani untuk meningkatkan produksi pertanian mereka. Sektor pertanian yang kuat tidak hanya memperkokoh ketahanan pangan daerah Kampar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan warga secara nyata.

Sumber: Humas Polres Kampar

Ikuti terus berita terbaru di Teraskampar.id

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Polsek Kampar Kawal Tanaman Jagung Warga Desa Batu Belah
  • Polsek Kampar Kawal Tanaman Jagung Warga Desa Batu Belah
  • Polsek Kampar Kawal Tanaman Jagung Warga Desa Batu Belah
  • Polsek Kampar Kawal Tanaman Jagung Warga Desa Batu Belah
  • Polsek Kampar Kawal Tanaman Jagung Warga Desa Batu Belah
  • Polsek Kampar Kawal Tanaman Jagung Warga Desa Batu Belah