CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT

Wabup Kampar Rilis Inflasi Juni 2026, Cabai Merah Jadi Penyumbang Kenaikan Harga Tertinggi

Kampar (Teras Kampar) – Wakil Bupati Kampar Misharti memimpin penyampaian Berita Resmi Statistik (BRS) perkembangan inflasi Kabupaten Kampar periode J

Kampar (Teras Kampar) – Wakil Bupati Kampar Misharti memimpin penyampaian Berita Resmi Statistik (BRS) perkembangan inflasi Kabupaten Kampar periode Juni 2026 bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar di Ruang Media Center, Kompleks Perkantoran Bupati Kampar, Rabu (1/7). 

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

Kegiatan itu dihadiri Kepala BPS Kabupaten Kampar Rozalinda, Kepala Bulog Kabupaten Kampar, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta instansi vertikal terkait.

Berdasarkan paparan BPS Kabupaten Kampar, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Kampar pada Juni 2026 tercatat sebesar 114,22. Inflasi bulanan (month-to-month) mencapai 0,18 persen, inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 0,82 persen, sedangkan inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 4,90 persen.

Komoditas cabai merah menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,16 persen. Kenaikan harga juga dipengaruhi komoditas bensin dengan andil 0,06 persen dan bawang putih sebesar 0,05 persen. Sementara itu, laju inflasi tertahan oleh penurunan harga bawang merah dan daging ayam ras yang masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,11 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Kampar meminta seluruh perangkat daerah yang membidangi ketahanan pangan dan perekonomian bergerak cepat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

"Kestabilan harga adalah kunci menjaga daya beli masyarakat. Saya meminta seluruh OPD penanggung jawab ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi terus bergerak taktis. Kita harus pastikan kebutuhan pokok masyarakat Kampar tetap aman, terjangkau, dan inflasi daerah terkendali dengan baik," tegas Misharti.

Ia juga menyoroti kenaikan harga cabai merah yang menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dan meminta langkah intervensi segera dilakukan melalui penguatan pasokan dari daerah sentra produksi.

"Kenaikan harga cabai merah yang memberi andil inflasi bulanan terbesar 0,16 persen harus segera diintervensi melalui pemetaan jalur pasokan dari daerah sentra produksi. Dinamika nasional tidak boleh mengganggu daya beli masyarakat kita," tambah Misharti.

Sebagai tindak lanjut, Wakil Bupati meminta Bulog bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) meningkatkan koordinasi dan memperkuat pelaksanaan operasi pasar untuk mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan yang berfluktuasi. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi Kabupaten Kampar hingga akhir tahun. (Adv)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Wabup Kampar Rilis Inflasi Juni 2026, Cabai Merah Jadi Penyumbang Kenaikan Harga Tertinggi
  • Wabup Kampar Rilis Inflasi Juni 2026, Cabai Merah Jadi Penyumbang Kenaikan Harga Tertinggi
  • Wabup Kampar Rilis Inflasi Juni 2026, Cabai Merah Jadi Penyumbang Kenaikan Harga Tertinggi
  • Wabup Kampar Rilis Inflasi Juni 2026, Cabai Merah Jadi Penyumbang Kenaikan Harga Tertinggi
  • Wabup Kampar Rilis Inflasi Juni 2026, Cabai Merah Jadi Penyumbang Kenaikan Harga Tertinggi
  • Wabup Kampar Rilis Inflasi Juni 2026, Cabai Merah Jadi Penyumbang Kenaikan Harga Tertinggi