PDC Perkuat Budaya Keselamatan Kerja untuk Dukung Operasi yang Andal dan Berkelanjutan
![]() |
| Direktur Utama PT PDC (tengah) Heri Lesmana sedang menyampaikan pendapatnya di dalam Forum didampingi (kanan) Direktur Operation PT PDC, Agam Munawar dan (kiri) Direktur Keuangan, Fitra Adriza (Dok) |
Jakarta (Teras Kampar) – PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus memperkuat implementasi budaya keselamatan kerja sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan operasional sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta percepatan tindak lanjut atas berbagai hasil inspeksi di area operasional perusahaan.
Direktur Utama PDC yang juga Ketua Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), Hery Lesmana, mengatakan keselamatan kerja menjadi fondasi utama dalam memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan.
"Bagi PDC, HSSE bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja yang mendukung keandalan operasional perusahaan. Karena itu, setiap hasil evaluasi dan temuan di lapangan harus ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan konsisten agar potensi risiko dapat dicegah sebelum berkembang menjadi insiden," ujar Hery dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) yang digelar di PDC Tower, Jakarta, pada Kamis (9/7/2026).
Rapat tersebut menjadi forum evaluasi implementasi HSSE, peninjauan capaian indikator kinerja keselamatan, baik lagging indicator maupun leading indicator, sekaligus memperkuat koordinasi lintas fungsi agar seluruh rekomendasi hasil evaluasi dapat diimplementasikan secara efektif.
Salah satu agenda utama dalam rapat adalah pembahasan hasil Inspection Housekeeping Safety Barrier (IHSB) Yard Duri Tahun 2026. Hasil inspeksi tersebut menjadi dasar penyusunan langkah-langkah perbaikan guna memperkuat pengendalian risiko, meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta menjaga keandalan operasional perusahaan.
Sementara itu, Manager HSSE PDC, Bagus Uji Widihartono, mengatakan setiap rekomendasi hasil inspeksi tidak hanya berorientasi pada penyelesaian temuan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem pencegahan kecelakaan kerja.
"Setiap hasil inspeksi merupakan bahan pembelajaran bagi perusahaan untuk terus memperkuat sistem pengendalian risiko. Fokus kami adalah memastikan setiap rekomendasi ditindaklanjuti hingga tuntas sehingga potensi bahaya dapat dicegah sedini mungkin dan budaya keselamatan semakin melekat dalam setiap aktivitas operasional," kata Bagus.
Menurut PDC, penguatan budaya keselamatan dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan serta sinergi antara manajemen dan pekerja. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun sistem kerja yang lebih andal, adaptif, dan berorientasi pada pencegahan risiko.
Melalui upaya tersebut, PDC menargetkan terciptanya layanan yang aman, berkualitas, dan andal bagi pelanggan, sekaligus menghadirkan lingkungan kerja yang selamat bagi seluruh pekerja sesuai prinsip "Safety First, Excellence Always." (RLS)
