Kisah Kakek Syukur, 69 Tahun, yang Kembali Tersenyum Setelah Puluhan Tahun Menyimpan Duka
Rohul (Teras Kampar) – Senyum kembali menghiasi wajah Syukur (69), seorang warga yang selama hampir empat dekade hidup dalam kesedihan mendalam akibat kehilangan istri dan ketiga anaknya.
Menurut penuturan yang disampaikan dalam kegiatan sambang oleh Bhabinkamtibmas Rokan Hulu Brioka Nasrul Jamil, Syukur mengalami rentetan peristiwa duka sejak awal membangun rumah tangga. Anak pertamanya meninggal saat masih dalam kandungan. Dua tahun kemudian, anak kedua lahir namun tidak dapat diselamatkan.
Cobaan terberat datang beberapa tahun berikutnya. Sang istri meninggal dunia saat proses persalinan anak ketiga. Empat hari setelah kepergian ibunya, bayi yang baru dilahirkan itu juga meninggal dunia.
Sejak peristiwa tersebut, Syukur memilih menjalani kehidupan seorang diri. Ia jarang berinteraksi dengan warga sekitar dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Trauma akibat kehilangan keluarga membuatnya menutup diri selama bertahun-tahun.
Perubahan mulai terlihat ketika seorang Bhabinkamtibmas berkunjung ke rumahnya dalam kegiatan sambang. Kunjungan itu tidak sekadar menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, tetapi juga menjadi ruang bagi Syukur untuk berbagi cerita dan didengarkan.
Percakapan yang berlangsung sederhana, membahas kehidupan, keikhlasan, dan semangat untuk terus menjalani hari, perlahan membuat beban yang selama ini dipendam mulai berkurang. Senyum yang lama menghilang pun kembali terlihat di wajahnya.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun kedekatan sosial serta memberikan dukungan moral kepada warga yang membutuhkan.***
