Wabup Kampar Lepas 428 Mahasiswa Kukerta Unri 2026, Dorong Jadi Agen Perubahan di Masyarakat
Kampar (Teras Kampar) – Wakil Bupati Kampar Misharti menerima sekaligus melepas 428 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota, Senin (22/6).
Para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat selama menjalankan pengabdian di desa.
Sebanyak 428 mahasiswa Kukerta akan ditempatkan di 40 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Kampar. Selama 40 hari, mereka akan melaksanakan berbagai program kerja yang berfokus pada isu-isu strategis di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, Pelaksana Tugas Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tengku Said Hidayat, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Riau Hermandra, dosen pembimbing lapangan, staf Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta seluruh peserta Kukerta.
Dalam sambutannya, Misharti menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa Kukerta tidak hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kehadiran adik-adik di Kampar akan memberi warna baru, ide segar, dan energi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, memahami budaya lokal, serta menjaga etika selama menjalankan program pengabdian.
“Kukerta bukan hanya tentang laporan akhir, tetapi tentang pengalaman hidup, tentang bagaimana kita belajar dari masyarakat dan memberi manfaat nyata,” tambahnya.
Misharti turut mengapresiasi Universitas Riau yang secara rutin mengirimkan mahasiswa Kukerta ke Kabupaten Kampar. Menurutnya, program tersebut telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga penguatan pembangunan di tingkat desa.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Kampar berharap seluruh peserta mampu meninggalkan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadikan kegiatan Kukerta sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan sebelum terjun ke dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
“Jadikan Kukerta ini sebagai laboratorium kehidupan. Belajar dari masyarakat, berkontribusi untuk masyarakat, dan tumbuh bersama masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
