Wabup Kampar Buka Pelatihan Pokdarwis, Dorong Pengelolaan Destinasi Wisata yang Profesional
Kampar (Teras Kampar) – Wakil Bupati Kampar Misharti secara resmi membuka Pelatihan Tata Kelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Kampar yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar di Hotel Bangkinang Baru, Selasa (30/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola destinasi wisata agar mampu mengembangkan potensi pariwisata secara profesional dan berkelanjutan.
Pelatihan diikuti para pelaku dan pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan sektor pariwisata.
Dalam sambutannya, Misharti mengatakan Kabupaten Kampar memiliki beragam potensi wisata yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Kampar memiliki kekayaan pariwisata yang sangat potensial. Karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan Kelompok Sadar Wisata dapat meningkatkan kapasitas dan tata kelola sehingga mampu mengembangkan destinasi secara lebih profesional, berkelanjutan, dan menarik bagi wisatawan,” ujar Misharti.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kampar terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata sebagai salah satu langkah menjadikan Kampar sebagai daerah tujuan wisata yang mampu bersaing.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Afdal beserta jajaran. Menurut Afdal, pelatihan tata kelola Pokdarwis merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan destinasi wisata.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan tata kelola organisasi yang lebih baik, meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
Pemerintah Kabupaten Kampar berharap penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata dapat mendorong lahirnya destinasi wisata yang lebih tertata, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata. (Adv)
