Dari Bibit Menjadi Harapan: Dukungan PT EMP Energi Gandewa untuk Penghijauan Ekoteologi di Kampar
Bangkinang Kota (Teras Kampar) – Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini, secercah harapan tumbuh dari halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar.
Bukan dalam bentuk pidato atau sekadar wacana, melainkan 150 batang bibit buah-buahan yang siap ditanam dan dirawat demi masa depan yang lebih hijau.
Penanaman bibit buah-buahan ini nantinya akan dipusatkan di PDTA Gota Sabatang, Desa Salo. Selanjutnya, para penyuluh agama akan menanam bibit tersebut di rumah-rumah ibadah yang tersebar di Kecamatan Salo.
Pada Jumat (5/6/2026), suasana sederhana namun penuh makna mewarnai penyerahan bantuan bibit dari PT EMP Energi Gandewa kepada panitia pelaksana Penghijauan Ekoteologi, sebuah program yang menjadi implementasi gerakan ekoteologi yang digagas Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kampar yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha, H. Ahmad Fadhli, SH. Selanjutnya, bibit-bibit itu diserahkan kepada Ketua Komunitas Pecinta Lingkungan (KPL) Kampar, Adi Jondri Putra, didampingi panitia pelaksana Hendri Saputra dan Luthfi Masyhum Ramadhan.
Bagi sebagian orang, 150 batang bibit mungkin hanya deretan tanaman muda yang masih membutuhkan waktu untuk tumbuh. Namun, bagi para pegiat lingkungan dan penyuluh agama yang akan menanamnya, bibit-bibit tersebut merupakan simbol kepedulian, investasi sosial, sekaligus warisan yang kelak akan dinikmati generasi mendatang.
Terdiri atas bibit mangga, rambutan, dan durian, tanaman-tanaman itu diharapkan tidak hanya menghijaukan lahan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat. Ketika pohon-pohon tersebut tumbuh besar, mereka akan menjadi peneduh, penyimpan cadangan air, penghasil oksigen, sekaligus sumber buah yang dapat dinikmati bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Fadhli menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT EMP Energi Gandewa. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Dukungan ini menjadi bukti konkret sinergi antarlembaga dalam membangun kesadaran umat akan pentingnya kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan alam,” ujarnya.
Semangat yang sama juga disampaikan Assistant Field CSR Lindai PT EMP Energi Gandewa, Isfi Maya Fauni. Ia berharap seluruh bibit yang diserahkan dapat ditanam dan dirawat dengan baik sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kampar.
Lebih dari sekadar menyerahkan bantuan, perusahaan tersebut juga menunjukkan kepeduliannya dengan berencana memantau perkembangan bibit yang telah ditanam. Langkah itu menjadi pesan bahwa penghijauan bukan pekerjaan sehari, melainkan komitmen berkelanjutan yang membutuhkan perhatian dan tanggung jawab bersama.
Di sisi lain, panitia pelaksana kegiatan, Hendri Saputra dan Luthfi Masyhum Ramadhan, menilai dukungan tersebut sebagai energi tambahan untuk menyukseskan Program Penghijauan Ekoteologi dan Kemah Moderasi yang akan melibatkan para penyuluh agama dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar.
Menurut Hendri, keterlibatan dunia usaha dalam gerakan pelestarian lingkungan menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap alam dapat diwujudkan melalui tindakan konkret.
“Komitmen ini menjadi kekuatan bagi negeri ini dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian alam,” ungkapnya.
Di balik setiap bibit yang ditanam, tersimpan harapan akan masa depan yang lebih baik. Harapan agar sungai tetap mengalir jernih, udara tetap sejuk, dan generasi mendatang masih dapat menikmati alam yang lestari. Sebab, menanam pohon bukan hanya tentang menghijaukan bumi hari ini, tetapi juga tentang menyiapkan kehidupan yang lebih baik untuk masa depan.
Melalui sinergi antara Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Komunitas Pecinta Lingkungan Kampar, IPARI Kabupaten Kampar, PT EMP Energi Gandewa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, gerakan Penghijauan Ekoteologi menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menyatukan banyak pihak dalam satu tujuan mulia: menjaga bumi sebagai amanah bagi generasi yang akan datang. (***)
